Setelah ditunggu-tunggu dalam waktu yang cukup lama, akhirnya muncul juga novel ke-empat atau novel terakhir tetralogi karya Andre Hirata. Aku membeli ketiga buku novel Hirata sebelumnya satu hari setelah hari Natal di tahun dua ribu tujuh. Dan aku mendapatkan bukunya yang keempat di bulan Desember tahun dua ribu delapan. Berarti hampir setahun menunggu satu buku terakhir sebagai pelangkap cerita “Laskar Pelangi”, “Sang Pemimpi” dan “Edensor”.
Dua hal yang membuat aku jadi membaca novel-novel Hirata. Pertama ketika Andrea Hirata tampil dalam acara di Kick Andy, diwawancara untuk buku “Laskar Pelangi”-nya yang spektakuler (menjadi best seller dalam waktu singkat). Memang acara itu sangat ampuh untuk jadi ajang promo, tetapi niatan untuk membeli dan membacanya masih kurang. Keinginan membeli menjadi sangat kuat ketika tanpa sengaja aku melihat “Sang Pemimpi” di meja teman di kantor dan (more…)