Berikut adalah sedikit pembahasan hal-hal yang dianggap menarik dari buku “The Adventures of Huckleberry Finn” karya sastrawan terkenal Mark Twain.

I am living in the little town of St. Petersburg, Missouri. (Page 5)

Penggunaan kata depan dalam bahas Inggris sering kali tidak bisa diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa Indonesia. Perhatikan bagian kalian di atas ….” the little town of St. Petersburg”. Bayangkan kalau “of” diterjermahkan sebagai “dari”, maka terjemahan frasa di atas menjadi “kota kecil dari St. Petersburg”. Penerjemahan seperti ini sulit dipahami, tetapi akan lebih baik jika diterjemahkan sebagai “Kota kecil yang bernama St. Petersburg”. Kata depan “of” disini menyatakan hubungan nama atau indentitas dari kedua kata tersebut, bahwa “kota kecil” tersebut bernama “St. Petersburg”. Adapun penggunaan kata sandang “The” di sini karena kota kecil tersebut sudah jelas, kota mana yang dimaksud.

Terjemahan keseluruhan:

“Saya tinggal di sebuah kota kecil yang bernama St. Petersburg, di wilayah Missouri.”

My father was a big drunkard, ……… (Page 5)

Tidak semua pelaku dalam kata Bahasa Inggris yang berasal dari kata kerja berakhiran “er”, seperti: To pait –> painter (pelukis), To wait –> waiter (pelayan) dst. Di sini drunkard merupakan kata pelaku dari kata kerja “to drink” (dalam arti : minum-minum), –> to drink, drank, drunk.

Terjemahan keseluruhan:

“Ayah saya seorang pemabuk berat, ………..”

……, I therefore, would do nothing except loitering, fishing on the banks of the Mississippi, sleeping in doorway and accompanying Tom Sawyer on adventures. (Page 5)

Perhatikan kata kerja di atas yang berakhiran “ing’ (ing-form) yang diberi garis bawah. Keempat kata tersebut setara, dengan demikian karena kata pertama (loitering) menggunakan “ing” form, maka yang lainnya pun harus mengikutinya. Kesetaraan di antara kata-kata kerja tersebut ditandai juga dengan kata sambung “and” (sebelum accompanying).

Terjemahan keseluruhan:

“……….., dengan demikian, saya tidak akan melakukan apapun selain menunggu (tanpa jelas siapa/apa yang ditunggu), memancing di tepian (sungai) Mississippi, tidur di lorong dan menemani Tom Sawyer bertualang.”

Then Tom and I struck hidden treasure of twelve thousand dollars in gold. (Page 6)

Lagi-lagi menyangkut kata depan. Di sini “of” dan “in”. Frasa “hidden treasure of twelve thousand dollars” berikut bisa diterjemahkan sebagai “harta karun senilai 12.000 dollar”. Alih-alih “of” diterjemahkan sebagai “dari”, akan lebih benar jika diterjemahkan “senilai”. Kata “in” bisa diterjemahkan sebagai “dalam wujud”.

Kata kerja: To hide –> hid –> hidden, berarti menyembunyikan. “Hidden” menjadi “tersebunyi”. “Hidden treasure”, berarti harta yang tersembunyi atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah “harta karun”.

Kata kerja: To strike –> struck –> struck, banyak arti kata jika dicari dalam kamus, dan salah satunya yang mendekatai adalah “to come upon or find (oil, ore, etc.) in drilling, prospecting, or the like” (source: http://dictionary.reference.com). Mungkin “struck” disini bisa diterjemahkan sebagai “menemukan secara tanpa sengaja”.

Terjemahan keseluruhan:

“Sampai kemudian, Tom dan saya menemukan (secara tidak sengaja) harta karun senilai 12.000 dollar dalam bentuk emas.”

…we were at a loss as to how to spend that big money. (Page 7)

Kata yang digarisbawahi di atas merupakan sebuah idiom (ungkapan). Makna yang mendekati adalah sebagai berikut:

“in a state of bewilderment or uncertainty; puzzled; perplexed” e.g.: We are completely at a loss for an answer to the problem. (source: http://dictionary.reference.com)

Jika di-bahasa-Indonesia-kan mungkin artinya, “sangat dipusingkan” atau “pusing tujuh keliling” karena saking bingungnya. Kalimat di atas bisa diterjemahkan sebagai: …… “kami sangat dipusingkan bagaimana (caranya) menghabiskan uang sebanyak itu.”

I took to my heels one day and got into my old rags.

“Heels” arti sesungguhnya adalah tumit atau sering juga diartikan sebagai hak sepatu atau sandal (perempuan biasanya). Contoh: “High heels”, sandal atau sepatu berhak tinggi. Tetapi dalam kalimat di atas, “heels” menjadi bagian frase yang merupakan sebuah idiom.

“take to one’s heels”: to run away; take flight. E.g.: The thief took to his heels as soon as he saw the police. Atau Melarikan diri. (source: http://dictionary.reference.com)

“Rags”: (2) a worthless piece of cloth, esp. one that is torn or worn, atau: (5) something of very low value or in very poor condition. (source: http://dictionary.reference.com) Atau jika diterjemahkan dari gabungan keduanya, “pakaian yang lusuh dan tidak berharga sama sekali”.

Adapun contoh ungkapan tersebut terdapat pada kalimat berikut:

“from rags to riches”, from extreme poverty to great wealth. E.g.: He went from rags to riches in only three years.

Terjemahan keseluruhan:

“Pada suatu hari, saya melarikan diri (dari rumah) dan dengan memakai pakaian alakadarnya.”

Learning books was not my cup of tea. (Page 12)

Jika kalimat itu diterjemahkan secara harfiah, maka artinya menjadi kurang masuk akal. Misal diterjemahkan sebagai berikut: “Mempelajari (ilmu pengetahuan dari) buku-buku bukanlah cangkir teh-ku”.

Mengapa jadi tidak mengena terjemahannya, dikarenakan, “my cup of tea” sebenarnya adalah sebuah ungkapan (idiom), yang maknanya sebagai berikut:

one’s cup of tea: something suitable, appropriate, or attractive to one. E.g.: Horror movies and westerns are just not my cup of tea (source: http://dictionary.reference.com)

Jika menggunakan makna idiom seperti yang dicatat di kamus tersebut, maka kalimat tadi bisa diterjemahkan sebagai: “Mempelajari (ilmu pengetahuan dari) buku-buku bukanlah hal yang menarik bagiku.”

Tampaknya makna ini lebih bisa diterima dan jelas sekali maksudnya.

They were full of clay and I was dead tired. (Page 14)

“I was dead tired” di sini mungkin bisa diartikan sebagai “Saya sangat lelah seolah-olah mau mati saja.” (saking lemasnya).

Wallahu ‘alam.

DEA Tower, Mega Kuningan – Jakarta.

20100623 17:19