Sewaktu mengambil kursus bahasa Perancis di UI sebagai prasyarat mengikuti kuliah di MM-CAAE UI, kami sering kumpul-kumpul sehabis pelajaran selesai. Kadang-kadang kami makan-makan dulu sebelum pulang. Bayarnya sudah tentu masing-masing. Apalagi ini kelas ekonomi. Maksudnya jurusan manajemen atau (bagian dari) ekonomi, dimana hitung-hitungan uang harus dilakukan.😀

“Air beriak tanda tak dalam”, begitu peribahasa mengatakan. Demikian pula dengan kami waktu itu. Baru belanjar sebentar saja, maka rasanya sudah tahu banyak tentang bahasa Perancis. Padahal pelafalan saja masih salah. Saya sempat stress ketika mengikuti test DELF di CCF. Seorang guru yang mengetes-nya kebetulan keturunan Madagaskar. Dia sangat ketat melakukan test. Test oral memang mengerikan. Kita jadi ketahuan “bodohnya”. Ketika pelajaran di kelas kita manggut-manggut saja seperti mengerti. Tapi ketika di test, barulah kita bengang-bengong mulai kebingungan. Saya ingat betul bagaimana dia mempersalahkan pelafalan huruf “J” pada kata “JE” (=saya).

Yang pasti dalam test DELF tersebut, seingat saya dari 18 orang peserta program MM-CAAE hanya tiga orang yang lulus kesemua 4 level yang ada. Saya salah satunya. Saya tidak tahu, apakah ada teman-teman yang tidak mau melanjutkan test DELF gara-gara si madame tersebut.

Di kesempatan lain, kadang kita berpikir narsis bahwa kita sedang berada di Paris. Waktu itu saya sempat bilang begini, “Tahu gak, suatu saat….. kita ngobrol-ngobrol begini bukan di Jakarta, tapi di Paris…… kita ngobrol sambil jalan-jalan di Les Champs Ellysees.” Khayalan tingkat tinggi.😀

Tapi takdir memang sering tidak diduga. Karena ternyata, apa yang diomongkan 9 tahun yang lalu, akhirnya menjadi kenyataan. Dan kini saya bisa jalan-jalan di Les Champs Ellysees. Mungkin benar kalau orang bilang “Jangan pernah berhenti bermimpi”, sebab siapa tahu mimpi itu akan menjadi kenyataan.

Les Champs Ellysees adalah jalan yang besar, dimana di kiri kanannya dipenuhi dengan toko-toko. Orang lalu lalang, entah belanja atau hanya sekedar jalan-jalan. Atau mungkin sedang berpacaran dan memadu asmara. Sepertinya orang dari berbagai bangsa ada. Orang Asia macam kita ada, banyak tampak orang keturunan Afrika baik orang hitam atau orang Arab. Orang-orang kulit putih jangan tanya, walaupun saya tidak terlalu bisa membedakan apakah mereka orang lokal atau orang luar. Sepanjang dia berfoto-foto di sana, saya pikir mereka orang asing (bukan orang Perancis), walaupun kulitnya sama-sama putih.

Di sana ada satu monumen yang sangat megah, Arc de Triomphe. Monumen ini konon katanya dibuat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan Revolusi Perancis dan Perang (semasa) Napoleon. Nama-nama mereka ditulis di dinding monumen tersebut. Sebuah penghormatan terhadap para pahlawannya. Semoga kita pun, tidak pernah melupakan jasa para pahlawan kita.

Nancy, 03 Juillet 2012

Foto-foto: Les Champs Ellysees, Paris

—oOo—