Tidak ada yang aneh dengan payung. Dari jaman dulu sampai sekarang bentuknya begitu-begitu saja. Dengan demikian, bisa dikatakan payung menjadi bagian dari karya manusia yang tidak akan tergantikan. Karya abadi manusia!

Payung atau “parapluie” (dalam bahasa Prancis) adalah menjadi barang kecil yang berharga di sini, di Nancy. Karena ternyata di Nancy sering kali hujan, padahal katanya ini sedang musim panas. Musim panas yang dingin kata teman-teman, atau cold summer. Karena memang suhu pagi-pagi di sini bisa mencapai 13-15 derajat Celcius. Untuk ukuran orang Bandung macam saya saja sudah cukup dingin, bagaimana dengan teman-teman dari Jakarta atau Yogyakarta. Tapi udara segitu, kata Barbara, gadis 17 tahun peserta dari Denmark, masih sangat hangat. Sebab di negaranya suhunya bisa di bawah lagi. Barbara seorang gadis yang tomboy dan berpakaian ala laki-laki, tadinya saya pikir anak cowok. Cantik sebenarnya, tapi kalau kata Sasa (teman dari Indonesia yang masih SMA) dia mirip Justine Bieber.

Di sini banyak orang yang kemana-mana membawa payung, karena takut tiba-tiba ketika sedang jalan, hujan turun. Dan payung adalah senjata paling ampuh. Tidak aneh jika di sini melihat para pria membawa payung. Berbeda dengan para pria di negara kita yang walaupun tahu sedang musim hujan, mereka tidak membawa payung, karena payung sering diindetikkan dengan perlengkapan wanita. Saya tidak mengerti bagaimana pandangan ini bisa terjadi. Saya pernah membawa payung, di angkutan kota ada ibu-ibu yang terheran-heran dengan saya. “Biasanya perempuan yang bawa payung” katanya. Berarti saya memang bukan cowok biasa.😀 Padahal saya pernah melihat orang Jepang (cowok) yang menggunakan payung karena kepanasan dengan terik sinar matahari kota Jakarta. Bisa disimpulkan, bangsa kita memandang sesuatu tidak dari fungsinya, sementara orang lain melihatnya dari sisi fungsinya. Apakah dengan membawa payung seorang cowok akan kehilangan kegagahannya?😀

Payung dan kota Nancy mengingatkan saya pada dosen Perancis saya, Prof. Jean-Claude Gilardi, dosen marketing sewaktu mengambil kuliah MM-CAAE di UI. Di dalam tas nya selalu terselip payung, padahal dari kampus ke hotel atau sebaliknya dia menggunakan taksi. Mungkin dipikirnya Jakarta ini seperti kota Nancy.

Nancy, 04 Juillet 2012

Foto: Kota Nancy di pagi hari, tampak ada bekas-bekas hujan.

—oOo—