Tampak judul tulisan yang diambil dari judul sebuah novel ini cukup menyeramkan. “Pria dalam kehidupanku”, adalah novel yang ditulis oleh Manuel Vazquez Montalban yang saya beli di Resto-U (mungkin singkatan dari le Restaurant de l’Université), yakni tempat makan para peserta Cours d’Ete.

Di sini kita sering menemukan di tempat makan atau di toko-toko atau di depan toko, buku-buku bekas yang dibiarkan begitu saja, untuk dijual alakadarnya. Ada yang berharga beberapa sen bahkan ada juga yang gratis. Dan hebatnya, tanpa ada penjaga sama sekali. Di sini hanya ditempatkan kotak untuk menyimpan uang recehan. Di kita (Jakarta) sering melihat model serupa untuk makanan yang dijual para OB yang disimpan di pantry, dan orang bisa ngambil sesuai dengan harganya tanpa ada yang jaga. Kita menyebutnya sebagai kantin jujur. Di sini (Perancis), tanpa ditulis kata “jujur” sepertinya orang sudah berlaku jujur.

Saya tidak tahu apa yang membedakan harga satu buku dengan buku lainnya, sebab kadang-kadang buku gratisan lebih tebal, full-color dan hard-cover. Ketika mengambil novel tersebut, saya tidak membaca instisari dari ceritanya. Saya asal ngambil begitu saja dan memasukkan koin 30 sen, sesuai harga yang dicatat. Tadinya saya pikir mau ngambil yang gratisan, tapi saya pikir lagi, biarlah yang punya buku mendapatkan 30 sen, alias (hanya) 3.600 Rupiah.

Mungkin setelah sampai di Indonesia, buku itu akan saya baca. Semoga!

Nancy, 09 Juillet 2012

—oOo—