Entah mengapa hari ini badan serasa tidak fit. Menggigil, apalagi dari tadi pagi hujan terus menerus. Dingin sekali. Saya baru mengerti kalau udara di daratan Eropa ini tidak selalu bersahabat dengan kita yang terbiasa hidup di bawah kehangatan sinar matahari.

Tadinya saya pikir tidak akan mengikuti kelas hari ini. Tetapi tampaknya banyak hal penting yang harus diikuti. Paling tidak saya akan terus ikut kuliah wajib, 3 mata pelajaran (Grammaire, Litterature dan Press). Sisanya, saya harus sadar diri, alias tidak ikut. Toh di sini saya tidak ada target apa-apa, selain belajar bahasa dan kebiasaan bangsa ini. Tiga jam sehari dengan 3 mata kuliah, saya pikir cukup. Di sini saya harus agak rileks biar tetap kesehatan terjaga.

Saya pun baru menyadari bila dulu, sebelum keberangkatan ke sini, teman-teman dan saudara mendo’akan supaya saya tetap sehat dan kembali ke tanah air dengan selamat. Seperti hal sederhana, tetapi itulah yang sebenarnya. Di sini kita harus sehat. Tanpa kesehatan, terlalu banyak resiko. Terlalu jauh dari orang-orang dekat adalah tidak mudah ketika sakit. Walaupun selama perjalanan di sini ditanggung oleh asuransi. Tetapi kesehatan adalah jauh lebih berharga.

Saya tidak tahu mengapa jadi merasa kurang fit di sini, padahal jalan kaki tiap hari. Ke kampus, pulang kampus. Ke pusat kota, balik dari kota. Ke taman kota, atau sekedar jalan mencari tahu Rue St. Nicolas untuk mencari mesjid (Tapi sampai dengan tulisan ini, saya belum menemukan yg dimaksud, El-Radiri). Apakah asupan makanan yang kurang? Kurang mungkin tidak, tapi berkurang iya, karena di Indonesia kebanyakan makan sebenarnya.😀 Apakah makanan kurang cocok? Mungkin iya, karena di sini saya makan tidak seperti makan di Indonesia. Di sini jarang makanan berkarbohidrat. Mungkin juga masalah psikologis, karena saya di sini banyak sendiri sehingga cenderung sepi. Beruntung di sini saya bawa notebook dan bisa koneksi Internet sehingga saya bisa menghilangkan kesepian.

Di sini saya merasa beruntung jika bisa chatting dengan teman-teman, karena merasa terhibur. Masih sekitar 14-15 hari di sini. Jam serasa bergerak melambat, tetapi ketika sudah dekat waktu kepulangan, mungkin akan kembali bergerak cepat. Yang pasti saya harus bisa mengatur ritme waktu. Menggunakan waktu dengan sebaik mungkin, seefisien mungkin.

Dari kamar ini saya selalu menulis. Dari Residence Universitaire du Monbois, asrama mahasiswa Universitas. Sambil sesekali mengintip matahari yang malu-malu bersinar. Suara burung gagak tidak lagi terdengar ketika hujan turun. Mungkin mereka pun sama seperti saya. Tidur di rumahnya masing-masing berbalutkan selimut tebal.😀

Jus d’Orange (baca: jus-dorong) atau jus jeruk, saat ini menjadi andalan saya untuk menjaga stamina, selain tidak ikut semua kuliah. Jadi saya pikir setiap hari saya harus meminumnnya dan sekarang saya sudah punya langganan untuk membeli jus tersebut, yakni di toko kecil “Proxi” di dekat Resto-U. Dan pemiliknya pun mulai kenal saya.🙂 Bonne Journée, katanya selesai saya membayar belanjaan dan memasukkannya ke dalam tas yang saya bawa. Di sini berbelanja harus bawa kantong sendiri.😀

Nancy, 13 Juillet 2012

—oOo—