Hari-hari terakhir di Nancy terasa sangat panjang. Setelah Jumat kemarin acara penyerahan sertifikat yang berakhir dengan cukup menyenangkan tentu saja. Lihat kembali cerita di Les Fermes Auberges. Di situ saya menulis kata-kata puitis, “….. semoga semuanya berakhir manis….”. Nah, semoga kemarin pun berakhir manis, dengan nilai Grammaire yang 19/20, saya pikir cukup untuk menjadi akhir yang manis itu. Kata Prof. Emmanuel Hérique, guru grammar, bahwa saya telah dengan sangat baik mengeksplor elemen-elemen kalimat sebagaimana terdapat di dalam Bab I dari diktat yang dia berikan setebal 22 halaman. Karenanya dia memberikan catatan atas kerjaan saya, “Excellent Travail”. Alhamdulillah!

Hari ini, Sabtu tanggal 28 Juli 2012, terasa begitu panjang. Jarum jam seperti malas bergerak. Tidak ada lagi aktivitas yang menyita waktu. Tidak ada kelas Grammaire – Prof. Emmanuel, cerita sastra lama Perancis dari monsieur Gilles yang keren. Atau cerita-cerita politik dari monsieur Alain Jullian. Semuanya sudah berakhir. Tidak ada lagi antrian minta tiket makan yang dilayani Alexia, Anais, Edouard (yang ternyata saya baru tahu kalau dia anaknya m. Jullian) dan Lucian. Tidak terlihat lagi wajah Pierre-Henry yang pendiem, tinggi dan kurus. Atau tampang khas Perancis, Clement.

Teman-teman dari Brasil sudah angkat koper tadi pagi, dari Inggris begitu pula. Di jalan saya sempat melihat Yasmine dan seorang temannya. Keduanya anak Inggris. Saya pun sempat berpapasan dengan Marina dari Rusia dan satu anak Hongkong. Menyisakan sejumlah kecil peserta Kursus Musim Panas di Nancy ini. Saya dan Wina dari Indonesia, katanya ada juga dari Italia dan Cyprus (kata Wina). Ada anak Hongkong yang tadi ketemu di depan asrama. Saya tidak tahu apakah dua cowok muda Spanyol itu masih tersisa di sini? Yang pasti tidak ada lagi suara keributan di asrama Monbois. Sepi…….

Seharian tadi jalan-jalan terakhir di kota Nancy sebelum kembali ke Indonesia, terasa cukup melelahkan. Sekali-kali dalam perjalanan itu duduk di taman sekedar untuk melepas lelah, karena saya sedang menjalankan puasa Ramadan. Puasa di sini sangat lama. Shubuh kira-kira setengah empat dan maghrib setengah sepuluh. Berarti kira-kira 21 – 3 = 18 jam berpuasa di sini. Lebih 6 jam dibanding di Indonesia yang rata-rata berpuasa 12 jam. Atau 1,5 x berpuasa di Indonesia. Waktu terasa begitu lama berpuasa di sini. Tidak dibohongi kalau memang terasa lelah. Sehingga ketika di Paris, teman saya dari Brasil bertanya, “Vous êtes fatigue?” (=vuzet-fatige, “kamu kelelahan?”) Saya dengan jujur mengatakan, “Un peu” (=angpeu, “sedikit”). Karena memang cukup melelahkan. Padahal saya terbiasa dengan puasa Senin-Kamis.

Tetapi, jika ada aktivitas, maka kelelahan itu tidak terasa. Berbeda dengan hari ini, tanpa aktivitas, semuanya terasa menjadi lebih lama. Tidur susah karena perut kosong, mau ngerjain sesuatu juga, apa? Tidak ada pelajaran, browsing internet sudah kebanyakan. Akhirnya terpikir untuk menulis. Ya, menulis cerita ini. Mungkin dengan menulis tanpa terasa waktu akan bergeser menuju maghrib dan tiba saat berbuka puasa. Tidak seperti biasanya saya menunggu berbuka puasa. Karena sering tanpa sadar waktu begitu cepat berlalu dengan segala aktivitas saya. Tapi sekarang, berkali-kali saya melihat jam, rasanya waktu tetap saja malas sekali bergeser.

“Coca-cola”, “The Glace Saveur Mangue – Monoprix” dan “Tartelettes aux Pommes” dari tadi menuggu saya untuk berbuka.  Tidak pernah saya menunggu merasa selama ini. Langit di luar jendela tampak mulai gelap. Semoga cepat menjadi gelap. Cepat berbuka puasa, kembali bertarawih setelah dua malam ketinggalan karena terbangun sudah lewat shubuh, padahal di luar langit masih gelap. Cepat istirahat untuk bisa bangun pagi esok hari, karena kereta “Nancy – Paris Est” jam 08.05 akan segera meluncur. Masih ke Paris, dan tertahan di Paris satu hari. Perjalanan masih panjang untuk kembali ke Indonesia. 15 jam ditambah transit di Dubai 4 jam. Total 19 jam. Penantian yang juga terasa panjang. Tapi yang saya harap hanya satu. Semoga semuanya berakhir dengan manis! Insya Allah!!

Nancy, 28 juillet 2012

—oOo—