Ngabuburit Terakhir di Paris

Ini adalah ngabuburit termahal yang saya lakukan, karena saya melakukannya di Paris.🙂 Teman saya yang memang masih sangat muda punya banyak rencana. Ada benarnya juga, sekalian di Paris. Dan di sini banyak tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi. Saya sendiri lebih memilih pergi ke Mesjid Agung Paris, dan karena di peta tampak ada taman di dekat mesjid, maka saya pikir taman itu menjadi tujuan lainnya. Tidak banyak tempat yang ingin dituju, karena saya harus mengirit tenaga sehubungan dengan durasi waktu puasa yang 18 jam. Atau 1,5x dari yang biasa dilakukan di tanah air. Continue reading

Déjà-vu

Singgah di Paris sehari, bukanlah hal yang diinginkan, karena sebenarnya saya lebih suka segera kembali ke tanah air. Sudah lama tidak makan mie kocok, bubur ayam, gorengan panas, dan lain sebagainya. Meskipun masih bisa “hidup” dengan makanan à la Perancis, tentu saja saya masih merindukan makanan-makanan negeri asal. Tidak bisa dibohongi! Selain itu yang penting juga saya merindukan suasana azan di tiap-tiap waktu shalat. Lima kali sehari, yang tidak pernah terdengar di sini. Baik di Paris, juga di Nancy. Shalat harus di jama’ qoshor karena rukhsah. Tidak terasa suasana di bulan Ramadan di sini. Tetapi kalau memang harus tinggal sehari di Paris, apa boleh buat. Barangkali ada hikmah dan kejadian yang menarik dan menyenangkan selama sehari di sini. Karenanya siang ini saya coba pergi ke La Grande Mosquée de Paris, atau Mesjid Agung Paris, untuk bisa mengetahui barangkali ada suasana yang agak berbeda. Continue reading

Penantian Yang Panjang

Hari-hari terakhir di Nancy terasa sangat panjang. Setelah Jumat kemarin acara penyerahan sertifikat yang berakhir dengan cukup menyenangkan tentu saja. Lihat kembali cerita di Les Fermes Auberges. Di situ saya menulis kata-kata puitis, “….. semoga semuanya berakhir manis….”. Nah, semoga kemarin pun berakhir manis, dengan nilai Grammaire yang 19/20, saya pikir cukup untuk menjadi akhir yang manis itu. Kata Prof. Emmanuel Hérique, guru grammar, bahwa saya telah dengan sangat baik mengeksplor elemen-elemen kalimat sebagaimana terdapat di dalam Bab I dari diktat yang dia berikan setebal 22 halaman. Karenanya dia memberikan catatan atas kerjaan saya, “Excellent Travail”. Alhamdulillah!

Continue reading

Le Bon Transport en Commun

Ini bukan bahasan serius tentang transportasi umum di Perancis, di Paris atau di Nancy. Itu adalah judul tulisan saya di kelas Grammaire pagi tadi. Ajaib memang, di kelas kadang saya mengerti apa yang disampaikan professeur, tapi kadang tidak ngerti juga. Seperti hari ini. Saya lihat tiba-tiba orang-orang pada nulis. Abigail teman dari USA yang duduk di bangku selalu depan saya, sudah menulis beberapa baris. Prof. Emmanuel sudah berkeliling melihat-lihat kerjaan anak-anak Inggris yang duduk selalu di belakang saya. Apa iya, disuruh nulis lagi seperti kemarin? Tapi apa yang ditulis? Pengalaman kemarin ke Luxembourg? Saya tidak ikut karena badan demam dan lelah sekali. Dampak kurang tidur? Dampak puasa? Wallahu’alam.

Continue reading

Paris sur La Seine

Ekskursi di atas sungai Seine Paris, lumayan menarik. Sungai Seine yang membelah kota Paris itu bersih dari sampah dan tampak hijau. Berbeda dengan sungai-sungai yang membelah kota-kota di negara kita. Sebut saja Cikapundung yang membelah kota Bandung, airnya keruh dan kotor. Banyak sampah dan gak terawat. Dan mungkin tidak ada keinginan juga untuk merawatnya. Tidak ada aturan yang bisa menjaga keindahan dan kebersihan sungai itu. Seperti halnya sungai Seine, andaikan sungai Cikapundung bisa dijaga dan dirawat, maka ada ekskursi dalam bahasa Perancis “Bandung sur Cikapundung”. Wah….. kapan bisa begitu ya? Poinnya adalah, pemberian Tuhan kalau dijaga dan dirawat dengan baik maka akan menjadikan manfa’at bahkan berkah, sebaliknya jika tidak dijaga dan dirawat maka akan menimbulkan bencana. Dimana-mana banjir ketika hujan dan menjadi penyakit menyebar.

Continue reading

Le Ligne

Ini mungkin bukan tempat yang “menarik”, tetapi ini tempat yang historik. Tempat yang mungkin tidak akan terlupakan oleh bangsa Perancis. Dan mereka ingin menunjukkan sikap heroik bangsanya dalam mempertahankan hak teritorialnya. Dalam sejarahnya Perancis dikenal sebagai bangsa yang punya wilayah koloni cukup luas, terutama di benua Afrika. Aljazair negeri asal-usul Zinedine Zidane merupakan salah satu yang terlama dikuasai. Di Asia, mungkin hanya Vietnam yang dikuasai. Di Amerika Tengah masih ada wilayah yang masih dikuasai, kalau tak salah Guyana.

Continue reading

Les Fermes Auberges

Kejutan terjadi di hari ini ketika mengunjungi Les fermes auberges. Jika diartikan sebenarnya adalah Hostel Pertanian (les fermes = pertanian, l’auberge = hostel), yakni sebuah hostel yang ada di area pertanian dengan ketinggian tertentu sehingga udara di sana terasa sangat dingin dan berangin. Menurut catatan yang diberikan panitia, ketinggiannya di atas 1000 meter di atas permukaan laut. Bukan cuma saya yang orang Indonesia yang setiap hari mendapat sinar matahari. Teman-teman dari Eropa pun merasa kedinginan. Di dalam hostel memang terasa hangat, tetapi sedikit saja pintu dibuka, maka angin dingin terasa masuk ke dalam.

Continue reading

Pelajaran Grammaire ala m. Emmanuel Hérique

Tidak ada salahnya saya disini menulis tentang pelajaran di kelas. Sebab beberapa di antaranya cukup menarik. Sebut saja pelajaran grammaire (tata bahasa) kemarin pagi. Tata bahasa Perancis memang luar biasa unik dan tidak mudah. Sangat berbeda dengan tata bahasa Indonesia yang saya pikir jauh lebih sederhana. Di dalam bahasa kita tidak dikenal gender untuk benda, tidak dikenal konjugasi untuk kata kerja, juga tidak dikenal l’accord untuk kata kerja dan kata sifat.

Continue reading